Selasa, 02 Juli 2019

KONSERVASI ARSITEKTUR STASIUN JAKARTA KOTA (BEOS)

STASIUN KERETA API JAKARTA KOTA

Stasiun KA Jakarta Kota Tahun 1993

Stasiun Kereta Api Jakarta Kota (Beos) adalah stasiun kereta api berusia tua yang berada dalam kawasan di Kota Tua Jakarta. Stasiun tua yang bersejarah ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya melalui Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 475 tahun 1993.

St KA Jakarta Kota Sekarang

Mungkin hanya sedikit warga Jakarta yang tahu apa arti Beos, dan menurut artikel dalam wikipedia ada beberapa versi dalam mengartikan nama Beos, yakni sebagai berikut :
  • Beos kependekan dari Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij (Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur), sebuah perusahaan swasta yang menghubungkan Batavia dengan Kedunggedeh.
  •  Beos berasal dari kata Batavia En Omstreken, yang artinya Batavia dan Sekitarnya, dimana berasal dari fungsi stasiun sebagai pusat transportasi kereta api yang menghubungkan kota Batavia dengan kota lain seperti Bekassie (Bekasi), Buitenzorg(Bogor), Parijs van Java (Bandung), Karavam (Karawang), dan lain-lain.
  • Batavia Zuid yang berarti Stasiun Batavia Selatan. Nama ini muncul karena pada akhir abad ke-19, Batavia sudah memiliki lebih dari dua stasiun kereta api. Satunya adalah Batavia Noord (Batavia Utara) yang terletak di sebelah selatan Museum Sejarah Jakarta sekarang. Batavia Noord pada awalnya merupakan milik perusahaan kereta api Nederlandsch-Indische Spoorweg, dan merupakan terminus untuk jalur Batavia-Buitenzorg. Pada tahun 1913 jalur Batavia-Buitenzorg ini dijual kepada pemerintah Hindia Belanda dan dikelola oleh Staatsspoorwegen. Pada waktu itu kawasan Jatinegara dan Tanjung Priok belum termasuk gemeente Batavia. Stasiun Kota (1929).

Suasana didalam St. KA Jakarta Kota

Batavia Zuid, awalnya dibangun sekitar tahun 1870, kemudian ditutup pada tahun 1926 untuk renovasi menjadi bangunan yang kini ada. Selama stasiun ini dibangun, kereta api-kereta api menggunakan stasiun Batavia Noord. Sekitar 200 m dari stasiun yang ditutup ini dibangunlah Stasiun Jakarta Kota yang sekarang. Pembangunannya selesai pada 19 Agustus 1929 dan secara resmi digunakan pada 8 Oktober 1929. Acara peresmiannya dilakukan secara besar-besaran dengan penanaman kepala kerbau oleh Gubernur Jendral jhr. A.C.D. de Graeff yang berkuasa pada Hindia Belanda pada 1926-1931.

Di balik kemegahan stasiun ini, tersebutlah nama seorang arsitek Belanda kelahiran Tulungagung 8 September 1882 yaitu Frans Johan Louwrens Ghijsels, lelaki yang menamatkan pendidikan arsitekturnya di Delft dan mendirikan biro arsitektur Algemeen Ingenieur Architectenbureau (AIA). Stasiun Beos merupakan karya besar Ghijsels, yang dikenal dengan ungkapan Het Indische Bouwen yakni perpaduan antara struktur dan teknik modern barat dipadu dengan bentuk-bentuk tradisional setempat. Dengan balutan art deco yang kental, rancangan Ghijsels ini terkesan sederhana meski bercita rasa tinggi. Sesuai dengan filosofi Yunani Kuno, kesederhanaan adalah jalan terpendek menuju kecantikan.

Rel Kereta St. KA Jakarta Kota
dahulu - sekarang

Kriteria pemilihan bangunan konservasi berdasarkan kriteria Benda Cagar Budaya UU No. 11 Tahun 2012, yakni :
  1. Berusia 50 tahun / lebih
  2. Mewakili masa gaya paling singkat berusia 50 tahun
  3. Memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahun, pendidikan, agama dan atau kebudayaan
  4. Memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa.
Stasiun tua yang bersejarah ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya melalui Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 475 tahun 1993. dan sudah berumur 142 tahun.


Sumber:
http://sitiyuliani-arsitekturr.blogspot.co.id/2015/03/konservasi-arsitektur-pada-kawasan-dki.html
http://okavanis.blogspot.co.id/p/arsitektur.html

KONSERVASI ARSITEKTUR SANTA CROCE DI FLORENCE, ITALIA

SANTA CROCE, ITALIA

Fasad Lama Santa Croce

Gerakan revolusi menyebabkan reaksi yang kuat juga di Italia dalam bentuk Counter Reformasi, yang dimulai pada 1530-an dan secara bertahap datang untuk mempengaruhi perubahan gereja yang ada bangunan mengikuti ‘Pedoman’ dari Dewan Trent setelah tahun 1563.
Kebutuhan untuk mereformasi rencana gereja telah ada sebelumnya, tapi sekarang tindakan itu diambil lebih tegas, dan dampaknya dalam renovasi gereja abad pertengahan sebenarnya dapat dilihat sebanding dengan apa yang terjadi kemudian di negara-negara utara, terutama di Inggris selama abad kedelapan belas.
Interior yang membuka, rood screen (dinding pemisah antara tempat duduk jemaat dengan kapel) dan hambatan lainnya telah dihapus dan kapel diletakkan ulang menjadi salah satu perubahan terbesar dalam renovasi gereja di negara – negara Eropa, contohnya Gereja Santa Croce yang direnovasi oleh Giorgio Vasari pada saat itu.

 Denah Sebelum Dirubah
Denah Sesudah Dirubah
Perawatan dan pemulihan Santa Croce tetap berlangsung hingga abad ke – 20. Pada tahun 2005, perawatan pada fasad gereja tersebut dilakukan dengan tetap mempertahankan keaslian fasad pada bangunan. 
Detail Struktur Santa Croce

Fasad Baru Santa Croce
Kemudian pada tahun 2008, pembersihan dan perawatan jendela kaca patri di kapel utama yaitu dengan membersihkan dan menghilangkan semua noda yang ada pada jendela dan mengembalikan warna pada jendela kaca patri tersebut sehingga terlihat seperti baru. 

Jendela Santa Croce
Pada 2011, peremajaan pada bagian kapel yaitu lukisan dinding / mural “Stories of The True Cross” karya Agnolo Gaddi.
Kapel Santa Corce

Altar Santa Corce

Sumber:
koentjoro7.blogspot.com/2013/04/pengertian-konservasi-arsitektur.html
urbanpages.wordpress.com/pelaksanaan-konservasi-dalam-arsitektur/
repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/49557/4/Chapter%20II.pdf
santacroceopera.it/en/ArchitetturaEArte_Restauri.aspx

Minggu, 26 Mei 2019

KONSERVASI ARSITEKTUR STASIUN KERETA API BOGOR

STASIUN KERETA API BOGOR


Pada akhir abad ke-19, transportasi kereta api merupakan simbol dari kehidupan modern yang dinikmati kalangan bangsawan elit.
Kereta api mulai dikenal di wilayah Jawa pada tahun 1863.  Pada awal kiprahnya di hindia Belanda kereta api menjadi sarana angkutan untuk mendukung percepatan arus perdagangan hasil industri perkebunan. Tujuan pengangkutan ini adalah untuk kepentingan ekspor sejak era berlakunya tanam paksa.
Kereta api pada masa itu dianggap sebagai sebuah jawaban kebutuhan transportasi yang memadai. Karena sarana transportasi darat yang ada, yaitu Jalan Raya Pos (Groote-Postweg) tidak cukup. Jalan yang dibangun pada masa gubernur jenderal Daendels (1808-1811) itu dirasa kurang memadai lagi untuk mendukung kegiatan arus perdagangan.
Jalur kereta api yang pertama dibangun adalah rute Semarang menuju Yogyakarta. Berikutnya dibangun rute kedua yang menghubungkan Batavia (Jakarta) dengan Buitenzorg (Bogor).
Rute kedua ini dimulai pembangunannya pada tahun 1871. Pembangunannya dilakukan oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) atau Netherlands East Indies Railway Company (sebuah perusahaan jawatan kereta api Hindia Belanda).
Setelah dibangun selama dua tahun, jalur ini akhirnya dibuka pada tanggal 31 Januari 1873. Jalur Batavia-Buitenzorg ini sangat menguntungkan tetapi disisi lain jalur ini terisolasi dengan jalur NIS lainnya. Yaitu jalur yang menghubungkan dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Tahun 1875 pemerintah Hindia Belanda mulai terlibat dalam pembangunan jalan kereta api ini. Alasan kepentingan stategis menjadi dasar pemerintah melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan NIS. Kemudian pemerintah membentuk perusahaan kereta Staatsspoor- en Tramwegen in Nederlandsch-Indische. Perusahaan ini kemudian pada tahun 1913 membeli jalur Jakarta-Bogor dari NIS.
Stasiun Bogor 1904
Stasiun Bogor Sekarang
Selanjutnya kontruksi pembangunan rel kereta dari Bogor kembali diteruskan. Tahun 1881, bersamaan dengan difungsikannya Stasiun Bogor yang dibangun setahun sebelumnya. Jalur kereta di Bogor diteruskan kearah Cicurug. Kemudian berlanjut hingga mencapai Cilacap Jawa Tengah pada tahun 1888.
Perubahan dunia kereta api kembali terjadi di Bogor. Era baru yang mewarnai kereta api di Bogor itu terjadi pada tahun 1925. Yaitu dengan dibangunnya kereta jalur listrik yang menghubungkan antara Jakarta dengan Bogor. Jalur kereta listrik ini memiliki kapasitas 1500 Volts DC. Pengadaan kereta jalur listrik ini bertepatan dengan ulang tahun SS (Staatsspoorwegen) yang ke lima belas.
Tampak Depan Stasiun Bogor
Sumber:

KONSERVASI ARSITEKTUR BALAIKOTA BOGOR

BALAIKOTA BOGOR


Balaikota Bogor yang dulunya bernama Societeit terdapat di Jl. Ir. H. Juanda No. 10 dibangun pada masa kolonial Belanda dengan gaya Arsitektur kolonial Belanda pula dengan bentuk persegi empat dan mempunyai halaman yang cukup luas dengan dua pintu halaman  untuk masuk dan keluar, arah hadap bangunan ke arah selatan (jalan raya).
Awalnya bangunan ini digunakan sebagai markas Korem Surya Kencana. Pada tahun 1975 Korem Surya Kencana pindah ke jalan Merdeka dan bangunannya sekarang digunakan sebagai pusat pemerintahan di kota Bogor.
Fasade bangunan berwarna putih disertai dengan pilar – pilar yang ramping pada bagian muka bangunan, ber-atap rendah, dan pada badan bangunan menggunakan profil geometrik yaitu pada bagian dahi jendela dan pintu, sedangkan pada bagian kaki / bawahnya di beri sentuhan batu alam.
Area lahan bangunan seluas  +/- 9.060 m2  telah banyak mengalami renovasi baik pada area halaman dan bangunan itu sendiri sehingga terdapat penggabungan gaya arsitektur pada bangunannya yaitu arsitektur Sunda dan Eropa.  Saat ini bangunan berfungsi sebagai Kantor Pemerintahan Kota Bogor, dan sering pula digunakan untuk kegiatan-kegiatan khusus lainnya di Kota Bogor seperti upacara bendera saat peringatan HUT Kemerdekaan RI.

KONSERVASI ARSITEKTUR PT. TOSHIBA, JAKARTA BARAT

KANTOR PT. Toshiba 



Nama Bangunan : Kantor PT. Toshiba
Alamat : Jl. Kali Besar Barat No. 40, Kel. Pekojan, Kec. Tambora, Jakarta Barat
Tahun dibangun : 1920
Arsitek : F.J.L Ghijsels
Fungsi Awal : Kantor John Peet & Co
Fungsi Sekarang : Kantor PT. Toshiba
Langgam : Art Deco
Kondisi : Cukup Baik

SEJARAH



Pada Tahun 1920, Arsitek Ghijels merancang bangunan ini untuk John Peet & Co. Keberadaan bangunan ini membentuk lingkungan bersejarah di kawasan tersebut yang mempunyai daya tarik Pariwisata, khususnya nuansa Kota Tua.

STYLE BANGUNAN 



Kantor PT. Toshiba ini berlanggap Art Deco dengan ciri khasnya elemen dekoratif geometris pada dinding eksteriornya.



Dapat dilihat pada fasade Kantor PT. Toshiba ini yang dulunya merupakan John Peet & Co. Office Premises, pola garis-garis yang meruakan salah satu ciri Arsitektur Art Deco di Indonesia.



Selain itu, bangunan ini juga bergaya Amsterdam School. Pada Aliran Amsterdam Schoool, tampak luar dan dalam bangunan menjadi suatu kesatuan yang utuh, dapat dlihat pada kesamaan bentuk yang digunakan pada Kantor PT. Toshiba

MATERIAL


Bangunan dari aliran Amsterdam School biasanya memakai bahan dasar yang berasal dari alam yaitu baru bata dan kayu. Serta dapat dilihat dari detail-detail fasadnya.

KONDISI FISIK


Bangunan ini masih sesuai dengan aslinya dan masih berfungsi sebagai kantor, yaitu kantor PT. Toshiba. Bangunan ini masih terawat, hanya ada kerusakan kecil/ringan pada facadenya (diliihat dari detail). Dengan warna dominan yang digunakan putih.

Kesimpulan:
Kesimpulan yang dapat diambil dari pembahasan di atas adalah bahwa bangunan Kantor PT. Toshiba tidak ada perubahan sama sakali dari bentuk bangunan dahulu yang sebelumnya digunakan sebagai kantor Kantor John Peet & Co yang memiliki gaya arsitektur Amsterdam School dan Art Deco. Hingga saat ini menjadi kantor PT. Toshiba, sedikit sekali bangunan ini mengalami kerusakan pada bangunan. Kemudian pintu, jendela, material dan warna pun tidak ada yang berubah sama sekali. Karena bangunan ini merupakan bangunan yang tergolong A, sehingga harus benar-benar terlihat bentuk aslinya walaupun sudah di revitalisasi dan berubah fungsinya karena ini termasuk bangunan cagar budaya yang dilestraikan oleh pemerintah Jakarta.

Sumber:


Sabtu, 25 Mei 2019

KONSERVASI ARSITEKTUR BAGAN, MYANMAR

BAGAN, MYANMAR

Bagan, kota seribu kuil yang berada di Myanmar ini merupakan salah satu situs arkeologi terkaya di Asia Tenggara. Myanmar yang terkenal akan sebutan negeri seribu candi, demikian sebutannya karena adanya ribuan candi yang berada di negara yang dulunya dikenal dengan sebutan negara Burma. Bagan, adalah sebuah kota kuno yang berada di wilayah Mandalay Burma, Myanmar dihiasi dengan pemandangan ribuan candi-candi tua dengan berbagai ukuran, ribuan pagoda kuno, stupa, aula pentahbisan dan monumen. 

Kuil Bagan adalah salah satu situs arkeologi terkaya di Asia Tenggara. Berbeda dengan candi-candi lainnya dikawasan Asia, kuil disini memiliki 2 ciri khas warna, yaitu putih dan merah bata. Candi di Bagan berukuran cukup besar karena digunakan sebagai tempat pemujaan dan mempresentasikan Gunung Meru, simbol salah satu Dewa dan dibangun sebagai tempat ibadah dan belajar bagi para pengikut ajaran Budha dari kawasan Asia. 

Kota Bagan memiliki minat wisata antara lain:

Ananda Temple
  • Ananda Temple, candi yang selesai dibangun pada tahun 1092 M oleh Raja Kyanzittha ini memiliki tinggi 51 meter. pada tahun 1990 Candi Ananda ini menerima penyepuh emas. Terdapat empat Patung besar dari para Buddha dari empat zaman. Kakusandha menghadap ke utara, Konagamana menghadap ke timur, Kassapa menghadap ke selatan, dan Gautama sebagau Buddha menghadap ke Barat

Candi Gawdawpalin
  • Candi Gawdawpalin, candi ini dibangun oleh Raja Narapatisithu pada abad ke-12 dengan tinggi sekitar 60m. Candi ini Rusak parah dalam sebuah gempa bumi pada tahun 1975, tetapi sudah mengalami rekontruksi.
Kuil Dhammayanyi
  • Dhammayangyi, adalah kuil terbesar di Kota Bagan yang dibangun oleh Raja Narathu (memerintah pada tahun 1167-1170). Kuil ini sering disebut sebagai kuil ganesh karena terdapat gambar gajah yang merupakan dewa hindu.

OLD BAGAN dan NEW BAGAN

Old Bagan

New Bagan

Kota Bagan dibagi menjadi 2 bagian. Bagan kota lama dan Bagan kota baru. 
Dulunya semua pemukiman berada diaerah kota lama dimana terdapat stupa-stupa tersebut. Tahun 90án, mereka dipindahkan ke Bagan Baru (New Bagan) untuk menjadi pemukiman baru. Perbedaannya sangat menonjol didua tempat ini, Bagan Baru adalah daerah baru dengan banyak hotel. Tidak ramai daerahnya dikelilingin pemukiman. Bagan Lama (Old Bagan) daerah dengan dikelilingi pusat pemerintahan dan beberapa stupa disekitarnya. 

Sumber:




Selasa, 11 Desember 2018

Kritik Arsitektur (Kritik Doktrin)

KRITIK NORMATIF 

Kritik Normatif membuat kritikus mempunyai pemahaman yang diyakini dan kemudian menjadikan norma sebagai tolak ukur. Kritik normatif juga merupakan salah satu cara mengkritisi berdasarkan prinsip tertentu yang diyakini menjadi suatu pola atau standar, dengan input dan outpun berupa penilaian kualitatif maupun kuantitatif.

Hakikat kritik normatif, yaitu:
  1. Adanya keyakinan bahwa di lingkungan dunia manapun, bangunan, dan wilayah perkotaan selalu dibangun melalui satu model, pola, standar, atau standar sebagai sebuah prinsip.
  2. Melalui suatu prinsip, keberhasilan kualitas lingkungan buatan dapat dinilai.
  3. Suatu norma tidak saja berupa standar fisik yang dapat dikuantifikasi tetapi juga non fisik yang kualitatif.
  4. Norma juga berupa sesuatu yang tidak konkrit dan bersifat umum dan hampir tidak ada kaitannya dengan bangunan sebagai sebuah benda konstruksi.
Kririk Normatif terbagi menjadi beberapa metode, antara lain:
  • Metoda Doktrin: Satu norma yang bersifat general, pernyataan prinsip yang tak terukur.
  • Metoda Sistemik: Suatu norma penyusunan elemen-elemen yang saling berkaitan untuk satu tujuan.
  • Metoda Tipikal: Suatu norma yang didasarkan pada model yang digeneralisasi untuk satu kategori bangunan spesifik.
  • Metoda Terukur: Sekumpulan dugaan yang mampu mendefinisikan bangunan dengan baik secara kuantitatif.
Dalam hal ini Penulis ingin membahas metode Doktrin sebagai contoh Kritik Normatif. Berikut adalah penjabaran mengenai Metode Doktrin,


Metode Doktrin

Doktrin sebagai dasar dalam pengambilan keputusan desain arsitektur yang berangkat dari keterpesonaan dalam sejarah aritektur.
----- Sejarah arssitektur dapat meliputi: Nilai estetika, etika, ideologi, dan seluruh aspek budaya yang melekat dalam pandangan masyarakat.

Dalam sejarah mencatat beberapa kalimat terkenal yaitu:
Form Follow Function - Function Follow Form
Form FOlloq Culture - Form Follow World View
Less is More - Less is Bore
Big is Beauty - SMall is Beauty
Buildings shouls be what they wants to be
Building should express: Structure, Function, Aspiration, Construction Methods, Regional Climate and Material
Ornament is Crime - Ornament makes a sense of place, genius loci or extence of architecture 


Berikut adalah contoh dari penerapan metode kritik doktrin,


Port House in Antwerp, adalah salah satu karya fenomenal Zaha Hadid Architects. Menggabungkan dua sisi yang sangat berbeda menjadi projek desain yang ikonik. Dengan desain yang unik, fasad arsitektur dan ketinggian dari 46 meter, Otoritas Pelabuhan baru akan menjadi gedung ikon yang terlihat dari berbagai arah.
Pengembangan bangunan pemadam kebakaran lama dari hasil sayembara desain jarena kebutuhan ruang kantor sebelumnya namun dibuat menyatu dengan bangunan lama sangat menarik. Menyatukan dua gaya arsitektur dari masa yang berbeda merupakan ide yang sangat brilian.
Bangunan baru membentuk lambung kapal dari interpretasi bebas dari balok tepat diatas gedung pemadam kebakaran yang lama disokong dua pilar utama beton ekspose, sekaligus jalur sirkulasi vertikal lift dan tangga. bangunan baru ini berorientasi ke Utara dan Selatan ke dermaga Kattendijk. Kepala bangunan di sisi Selatan adalah bingkai yang terlihat ke arah kota dan Jelas menandai awal area pelabuhan.


Struktur massa bangunan atas penggabungan struktur baja dan kabel sebagai pengaku massa yang tereskpose jika dilihat dari dalam ruang bangunan. Dinding fasad terbuat dari kaca segitiga, beberapa transparan dan beberapa refleksi dibagian luar. Ini tidak semua terletak pada bidang yang sama rata namun sedikit diputar dan mengarah secara acak terhadap satu sama lain, menciptakan permainan yang menarik memantulkan cahaya yang menyatu dengan panorama warna langit membentuk bongkah berlian.


Sebuah atap, patung - patung baja miring menyatukan sebuah lobi bawah tanah dengan pelataran dalam tertutup ditengah bangunan lama. Desain juga memakusan area parkir tepat dibawah alun – alun. Akses ke tempat parkir bawah tanah merupakan aspek penting dari konsep keseluruhan, dengan bongkar muat teluk dan fasilitas penanganan sampah juga terletak di sini. Tempat parkir mobil memiliki ruang untuk 300 atau lebih mobil dan terdiri dari dua tingkat .
Bagian interior terkesan luas dan tanpa batas dengan penggunaan warna putih yang senada dengan cahaya yang masuk melalui celah jendela segitiga disekeliling kulit bangunan. Penyusunan ruangan kantor yang terbuka membuat kesan futuristik yang nyata.

Perpaduan dua gaya pada masa yang berbeda merupakan selera arsitektur yang menarik. Jika diperhatikan tidak menghilangkan fokal point menjadi nol tapi menambahkan fokal point menjadi dua antara yang modern dan klasik dalam satu bangunan. Membuktikan idealisme bentuk dari arsitek bisa dikolaborasi dengan gaya yang bertolak belakang darinya.